• 15 June, 2021

Semburan Gas di Tenayan Raya Pekanbaru Keluarkan Lumpur.

 Semburan Gas di Tenayan Raya Pekanbaru Keluarkan Lumpur.

Pekanbaru (gulamo.com) : Semburan gas bumi yang terjadi tepat di Pondok Pesantren Al-Ihsan Tenayan Raya, Pekanbaru mendadak mengeluarkan lumpur, Kamis (4/2) tengah nalam.

Situasi tersebut takayal membuat beberapa bangunan yang berada disekitar mengalami kerusakan yang cukup serius.

Sebelumnya Tim Dinas ESDM Pemprov Riau dan pihak EMP Bentu sudah melakukan peninjauan ke lokasi yang tidak jauh dari pusat perkantoran Wali Kota Pekanbaru ini.

“Dari peninjauan itu, dipastikan gas yang menyembur hingga belasan meter ke udara itu cukup berbahaya,” ujar Kadis Kominfo Pemprov Riau, Chairul Riski, Jum’at (5/2).

Semburan gas tersebut berjarak 180 meter dari pipa gas EMP Bentu. Sedangkan jarak antara semburan gas dengan sumur gas EMP Bentu sejauh 1 kilometer.

Riski menegaskan, gas tersebut diketahui cukup berbahaya setelah tim melakukan pengukuran Lower Explosive Limit (LEL) dan H2S di lokasi semburan. Menurut Riski, ditemukan pada jarak 5 meter ada kandungan LEL 13 persen dan H2S 1ppm. 

“Artinya gas itu cukup berbahaya, potensi terbakar cukup tinggi dan beracun. Untuk itu petugas menginstruksikan agar mengevakuasi sementara warga pondok pesantren dan tidak diperkenankan warga mendekat,” jelas Riski.

Untuk melihat perkembangan pihak EMP Bentu akan terus memonitor LEL dan H2S tersebut setiap 6 jam sekali.

Gas tersebut pertama kali muncul pada Kamis (4/2) sekitar pukul 13.30 Wib saat santri pondok itu tengah mengikuti hafalan al-qu’ran. Gas itu muncul dari lobang sumur yang tengah dikerjakan oleh penggali sumur.

Kepala Sekolah Pesantren Al-Ihsan Untung Wahyudi, mengatakan semburan gas itu membuat Ia bersama puluhan santrinya kaget. 

“Kita memang sedang mengerjakan pembuatan sumur bor. Tadi sekitar jam 13.30 Wib kita dikagetkan dengan gemuruh semburan gas yang berada di samping ruangan kelas santri,” tuturnya.

Melihat semburan gas yang mengeluarkan suara gemuruh serta menyemburkan pasir serta debu, pihaknya langsung mengevakuasi para santri ke masjid yang ada di pondok pesantren ini.

Sementara itu, Ramadhan yang merupakan salah satu tukang penggali sumur menjelaskan pengerjaan sumur ini telah berjalan sejak Senin (1/2) kemarin. 

Dikatakannya, kedalaman sumur ini mencapai 115 meter yang awalnya dikerjakan bersama lima orang anggota yang lainnya. 

“Awalnya mengeluarkan bunyi, kemudian semburan makin kencang, alat kita juga sempat terbang karena kena semburan itu,” jelasnya. (Gulamo/Berbagai Sumber)

Pdy

Seorang Penulis di Gulamo.com. Selamat menikmati artikel-artikelnya tentang Kampar dan isu-isu terkait pemerintahan lainnya.

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *